Free INDONESIA Cursors at www.totallyfreecursors.com

Minggu, 23 Desember 2018

Kau Sangka



Lukisan "Bahtera di Tengah Badai" karya Muhamad Faizal Fikri 
 

KAU SANGKA

Kau sangka mutiara,
padahal kaca
Kau sangka purnama,
padahal gerhana
Kau sangka cahaya,
padahal gulita

Aku bertanya,
inikah sandiwara atau gurauan semata?

Jika mahligai hanya sarang laba-laba
Tiadalah ‘kan kuasa diterpa
angin dan badai, laut gelora

Mengapa panduan kau campakkan, kau tutup mata
sedang ku di sini nyata, tapi tak kau percaya?
Buat apa bertanya sedang jawab kau lupa?
Tidakkah kau tahu betapa ku menderita karena itu
Ku tak mau kehilangan kejoramu,
Nirwana di cakrawala,
Nusa tujuan bahtera!                                    

                                                                                Cikajang, 2010

Jumat, 21 Desember 2018

Rekreasi buat Ajip Rosidi

Gambar 1: Matador
Sumber: picclick.com


MATADOR DALAM KIRATA BASA BUDAK BANGOR
Rekreasi buat Ajip Rosidi

Matador itu:

I
Mungkin berasal dari kata ‘mata’ dan ‘dor’
Ya, dulunya mata-mata kemudian banting stir karena takut di-dor

II
Boleh jadi berasal dari kata ‘mat’ dan ‘ador’
‘Mat’ itu sapaan untuk laki-laki jagoan dan ‘ador’ berarti berkelana

Bedanya dengan Mat Peci adalah:
Mat Peci mati karena di-dor polisi
Mat Ador mati karena kejedor banteng kheki

III
Bisa pula berasal dari kata ‘Ma’ dan ‘tador’
‘Ma’ itu dari kata ‘mama’, panggilan takzim untuk orang yang tinggi ilmunya dan banyak mantranya
‘tador’ itu ‘teu tidadalagor’ atau tidak nabrak-nabrak

Bedanya dengan Ma Erot adalah:
Ma Tador tercipta sebagai lelaki perkasa dan diadukan dengan ‘banteng’
Ma Erot menciptakan lelaki perkasa dan diadukan dengan ‘bunting’

IV
Yang pasti, ‘mata’ ya mata dan ‘dor’ ya dor
Artinya, mata harus selalu awas kalau tak mau kejedor


Yogyakarta, 18 Oktober 2008

Gambar 2: Ajip Rosidi
Sumber: http://sinarakita.blogspot.com




Gambar 3: Mat Peci (diperankan Rachmat Hidayat)
Sumber: picswe.com
Filmnya bisa ditonton di:
https://www.youtube.com/watch?v=VDjGuT_X__s

Gambar 4: Ma Erot
 Sumber: twitter.com



SEURIEUS





ROCKOMOTIF
Usul buat Seurieus

Coba kau dendangkan ”Sirkuit” dari SAS
Suaramu tentu pas
Melengking beringas
Bersatu dengan gas

Coba juga ”Mobil Tua” Koes Plus
Renyah seperti pilus
Walau dengan teriakan halus
Tetap ampuh membius

Jangan lupa ”Bis Kota” Achmad Albar
Dengan musik hingar-bingar
Juga vokal yang tegar
Sungguh ‘kan menggelegar

”Tabrak Lari” Yussy Lucky pun boleh jadi
Karena suaramu memang bernyali
Melengking tinggi
Menggetarkan hati, menggetarkan bumi

”Kereta Tiba Pukul Berapa” Iwan Fals sungguh menggoda
Kau bisa bernostalgia
Dengan gitar dan canda
Karena lambat waktu memang kadang menista

                                                                Cikajang, 31 Oktober 2007


Puisi: BARA karya Baren Barnabas




BARA

Dulu, dulu sekali
ada bara kecil di seberang kali
bersinar, berbinar
aku yang kedinginan, lari memburunya … penuh harap
kutiup, kuhangatkan tubuhku di dekatnya … hangat menyengat
meski tersendat
ah, nikmat, bara yang memikat.

Lalu, ada sebuah seruan
jauh, jauh sekali dan tak boleh kubiarkan menyerak dan hilang
sebab, semua itu adalah suatu kesempatan
untuk lebih menghidupkan bara, untuk menghangatkanku,
dan aku pun tinggalkan bara penuh percaya.

Kemarin, kucari bara
ah, sayang, tak kutemukan
rupanya angin usil tergoda meniupnya
dan ini pun baru aku tahu, baru, baru sekali
ah, sayang, sayang, sayang, ….

Barusan, kutemukan lagi bara itu
tapi, ah, tidak bersinar, tidak berbinar
angin usil itu tak kudapatkan   
andai?

Sekarang, bara itu padam dan basah
tapi,
rasa dirasa masih bisa
bukan hanya bara kecil … menyala!
andai?


                                Bandarlampung, 30 Maret 1991


 Gambar: Mahasiswa FKIP Bahasa dan Seni D3 Angkatan '89 Universitas Lampung saat berwisata di Air Terjun Gedong Tataan

Antologi Puisi

Ironing the United States (2)

Sumber gambar: https://www.kaskus.co.id/thread/594c4961529a45e3218b4567/wanita-patung-liberty-ternyata-muslimah/ Baren ...